Opini Penulis : Seberapa Pentingkah Website Desa?

Operator: I Gede Prawira Santosa 21 November 2018 19:55:16 WITA

Seiring perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat nyatanya merambah dengan sangat cepatnya ke segala kalangan. Bukan hanya di perkotaan saja, teknologi ini sudah menjangkau berbagai pelosok daerah, termasuk daerah pinggiran dan pedesaan. Jadi, ketika zaman membawa manusia ke masa teknologi, sudah jarang sekali terdengar kata gaptek yang kerapkali menjadi ungkapan kepada masyarakat pedesaan pada khususnya.

Awalnya, internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek lembaga ARPA yang mengembangkan jaringan yang dinamakan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), dimana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX. (https://id.wikipedia.org/)

Kemudian pada proses perkembangannya, internet menjadi bagian yang semakin primer dalam segala hal. Ketergantungan akan teknologi ini kemudian memunculkan istilah “simbiosis”, bahwa bagaimana manusia sangat membutuhkan internet dan disisi lain internet juga membutuhkan manusia untuk mencapai kepopulerannya hingga saat ini.

Perkembangannya pun mulai beragam, yang pada mulanya hanya bertujuan untuk kepentingan militer di Amerika Serikat, kini fungsinya telah berevolusi dengan sangat pesat. Media hiburan, pemberitaan, pemerintahan dan bahkan sampai hal yang sangat spesifik pun dapat dirangkum sedemikian rupa oleh internet.

Berbicara tentang pemerintahan dan pemberitaan, nampaknya dewasa ini setiap desa sudah memiliki domain resmi websitenya sendiri. Di Kabupaten Buleleng misalnya, pengelolaan website desa berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) telah dikembangkan dengan baik. Aplikasi yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada GNU GENERAL PUBLIC LICENSE Version 3.0. Lalu, seberapa pentingnya website desa ini?

Melalui website desa, berbgai hal yang berkaitan dengan desa dan pemerintahan desa menjadi lebih mudah untuk diketahui. Bukan hanya oleh masyarakat desa itu sendiri, melainkan masyarakat luar meliputi seluruh Indonesia dan bahkan dunia. Website desa bagaikan jendela dunia yang dapat dibuka oleh siapa saja yang ingin mengetahui tentang desa tersebut. Tentunya hal ini setidaknya dapat melawan anggapan bahwa tidak ada lagi desa yang tidak diketahui keberadaannya.

Website desa yang dikembangkan di Kabupaten Buleleng khusunya lebih mengarah kepada pemberitaan desa. Desa dapat dengan mudah dan cepat memberikan informasi kepada masyarakat. Selain media informasi terkini, berita desa dapat digunakan sebagai sarana interaksi dengan warga. Sehingga segala kegiatan yang berkaitan dengan desa dan hal-hal penting yang menjadi tranding topic pembicaraan di kalangan desa dapat lebih mudah diserap informasinya oleh masyarakat.

Pemberitaan ini dapat juga dikembangkan sedemikian rupa, tidak hanya tentang situasi terkini yang sedang terjadi di desa. Melainkan juga sebagai sarana memperkenalkan potensi yang ada di desa. Potensi keindahan alam, sumber daya manusia, teknologi inovatif, kerajinan dan segala sesuatu yang dapat menarik perhatian berbagai kalangan dapat diupload. Selain sebagai ajang perkenalan, dengan diketahuinya potensi yang dimiliki oleh desa dapat memicu perkembangan pariwisata desa yang dewasa ini banyak “digemari” oleh beberapa desa.

Selain pemberitaan, website desa juga difungsikan sebagai media informasi profil desa yang meliputi sejarah desa, masyarakat desa, wilayah desa, pemerintah desa dan lain-lain. Disamping itu, desa juga dapat menampilkan statistik guna transparansi pemerintah kepada masyarakat. Statistik dimaksud dapat meliputi transparansi APBDesa, statistik data kependudukan dan sebagainya.

Mencoba memahami berbagai fungsi website desa diatas, nampaknya keberadaan website desa menjadi salah satu hal penting yang sudah semestinya dimiliki oleh desa. Dengan demikian, segala sesuatu yang berkaitan dengan fungsi website desa ini sendiri dapat diaplikasikan.

 

Penulis : I Gede Prawira Santosa

Penulis merupakan staf operator Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Beberapa ungkapan dalam tulisan adalah bagian dari opini penulis.

Referensi : Berbagai sumber.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

Facebook

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Facebook Resmi Pemdes Sepang

Mohon Bantu Kami, Like This !!!

×

Lokasi Sepang

tampilkan dalam peta lebih besar